ICO: Investasi Masa Depan

Pengenalan ICO: Apakah Ini Bagian Dari Perkembangan Masa Depan?

Anda pernah mendengar istilah ICO? Jika tidak, mungkin saatnya bagi Anda untuk mengetahuinya sekarang. ICO merupakan singkatan dari Initial Coin Offering, dan bisa disebut sebagai salah satu bentuk crowdfunding masa kini. Tak banyak orang memahami konsep ICO, tapi perlu dicatat bahwa ini adalah teknologi masa depan. Yaitu cara mengumpulkan dana untuk startup atau proyek baru dengan memberikan token atau koin virtual untuk transaksi.

Apa itu ICO?

ICO adalah proses yang memungkinkan sebuah organisasi untuk mengumpulkan uang melalui penerbitan token atau koin. Token atau koin tersebut dapat diperoleh oleh investor sebagai imbalan atas dana yang mereka investasikan pada organisasi tersebut. Penerbitan token atau koin oleh organisasi baru dapat dilakukan dengan cara membuat kontrak pintar menggunakan blockchain, yang kemudian didistribusikan ke investor.

Perbedaan ICO dengan IPO

Apakah ICO sama dengan IPO? Tidak. IPO merupakan singkatan dari Initial Public Offering, yaitu proses di mana sebuah perusahaan memutuskan untuk menjual saham mereka ke publik. Sementara ICO memungkinkan organisasi atau startup memperoleh dana dengan memberikan token atau koin virtual. Dalam IPO, investor memperoleh saham perusahaan sedangkan dalam ICO, investor memperoleh token yang dapat digunakan di dalam ekosistem proyek atau organisasi.

Keuntungan dan Risiko Berinvestasi pada ICO

Keuntungan dari berinvestasi pada ICO adalah keuntungan finansial yang tinggi. Risiko yang terkait adalah bahwa tidak semua ICO sukses dan kadang-kadang menjadi scam. Selain itu, pasar cryptocurrency sangat volatil, sehingga harga token dan koin dapat bervariasi dalam waktu singkat. Pastikan Anda melakukan pengecekan sebelum ber investasi pada ICO dan menggunakan exchange cryptocurrency yang resmi dan terpercaya.

Jadi, apakah Anda tertarik berinvestasi pada ICO? Jangan khawatir, dengan menyelami lebih dalam tentang ICO dan memahami keuntungan dan risikonya, Anda dapat membuat keputusan investasi yang lebih bijaksana.

Proses ICO: Investasi Startup Berbasis Token

Apakah Anda tahu tentang Initial Coin Offering (ICO)? ICO adalah cara bagi startup untuk memperoleh modal dengan menjual Token atau koin digital. Namun, apakah proses ICO itu sendiri dan bagaimana cara mengikuti ICO? Berikut penjelasannya.

Tahapan dalam Proses ICO

Tahapan dalam proses ICO terdiri dari beberapa fase, yaitu:

  • Pre-ICO: Tahap persiapan sebelum ICO dilakukan. Startup akan membangun proyek mereka, membuat whitepaper, dan menetapkan cap jumlah dana yang ingin dihimpun dari ICO.
  • ICO: Tahap penjualan token dimulai. Investor dapat membeli Token dengan menjual uang kripto atau fiat (mata uang konvensional).
  • Post-ICO: Tahap setelah ICO selesai. Startup akan menggunakan dana tersebut untuk mengembangkan proyek mereka sesuai dengan whitepaper yang sudah dibuat sebelumnya.

Read more:

Bagaimana Cara Mengikuti ICO?

Untuk mengikuti ICO, investor perlu melakukan langkah-langkah berikut:

  • Melakukan riset terhadap proyek startup, melihat whitepaper dan tata kelola Token.
  • Membuka akun di exchange atau platform yang menyelenggarakan ICO.
  • Membeli Token dengan uang kripto atau fiat sesuai instruksi yang diberikan pada platform.
  • Menyimpan Token di wallet atau dompet online yang aman dan terpercaya.

Mekanisme Penjualan Token pada ICO

Pada saat ICO, startup akan menetapkan harga dan jumlah Token yang dijual serta cap jumlah dana yang ingin dihimpun dari ICO. Mekanisme penjualan Token pada ICO terbagi menjadi dua yaitu:

  • Fixed Price: Startup menetapkan harga Token yang tetap sejak awal hingga akhir ICO.
  • Auction-Based: Startup menentukan harga Token sesuai dengan penawaran investor pada periode waktu tertentu.

Ketika ICO selesai berlangsung, Token akan dikirimkan pada investor yang membeli Token selama periode ICO berlangsung.

Nah, itulah tahapan dalam proses ICO, cara mengikuti ICO, serta mekanisme penjualan token pada ICO. Semoga penjelasan ini dapat membantu Anda dalam memahami dunia investasi Token.

Persyaratan dan Regulasi ICO

ICO atau Initial Coin Offering adalah praktik penggalangan dana untuk proyek blockchain atau kripto dengan cara menjual token atau koin digital kepada investor. Meskipun ICO menjadi salah satu cara yang paling efektif dalam mengumpulkan dana untuk proyek yang berhubungan dengan kripto, tetapi untuk dapat melakukan ICO, perusahaan harus memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditetapkan oleh badan pengatur yang berwenang.

Persyaratan bagi Perusahaan untuk Melakukan ICO

Agar dapat melakukan ICO, perusahaan harus memenuhi persyaratan tertentu guna memastikan keselamatan dana investor dan memastikan proyek yang dilakukan adalah proyek yang sah dan memiliki potensi pengembalian bagi investor. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi adalah memiliki whitepaper yang jelas, tim yang memiliki pengalaman dan reputasi di industri blockchain, serta telah didaftarkan di badan pengawas yang berwenang seperti SEC di Amerika Serikat.

Regulasi dan Perundang-Undangan yang Berlaku untuk ICO

Setiap negara memiliki regulasi dan perundang-undangan yang berbeda untuk mengatur pelaksanaan ICO. Beberapa negara seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Singapura telah memiliki regulasi dan perundang-undangan yang detail untuk ICO dan memiliki badan pengatur khusus yang mengawasi perusahaan yang melakukan ICO. Di Indonesia, saat ini Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah mengeluarkan regulasi mengenai penyelenggaraan perdagangan kripto dan ICO.

BACA JUGA  Cari Tahu Cara Investasi di Google!

Negara-Negara yang Melarang ICO

Meskipun banyak negara yang telah memiliki regulasi dan perundang-undangan untuk mengatur pelaksanaan ICO, tetapi ada beberapa negara yang menganggap ICO sebagai bentuk penipuan dan melarangnya sepenuhnya. Beberapa negara yang melarang ICO adalah Tiongkok, Korea Selatan, dan Rusia.

Dalam kesimpulannya, perusahaan yang ingin melakukan ICO harus memenuhi persyaratan dan regulasi yang berlaku di negara tempat proyek tersebut akan dilakukan. Setiap negara memiliki regulasi dan perundang-undangan yang berbeda, dan perusahaan harus memastikan untuk mematuhi setiap aturan yang telah ditetapkan untuk memberikan kepercayaan bagi investor dan memastikan kelancaran pelaksanaan proyek.

Contoh Kasus ICO Sukses

Investasi di dunia kripto semakin menggiurkan dengan bermunculannya Initial Coin Offering (ICO) atau penawaran koin awal sebagai alternatif investasi yang sangat menjanjikan profit besar. Namun, dalam prosesnya, tak semua ICO berhasil meraih kesuksesan. Lalu, apakah ada contoh kasus ICO yang sukses di dunia kripto?

Ethereum

Ethereum adalah salah satu contoh kasus ICO sukses yang berhasil menarik banyak investor dan mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Ethereum menawarkan platform untuk pengembangan aplikasi desentralisasi yang beroperasi di atas blockchain sehingga memungkinkan pengguna untuk membangun dan menggunakan aplikasi tanpa perlu mempercayai otoritas atau keamanan middleman.

EOS

Contoh kasus ICO sukses lainnya adalah EOS. Dalam waktu 1 tahun, EOS berhasil meraih dana lebih dari US $ 4 miliar, menjadikannya ICO terbesar yang pernah ada. EOS menawarkan blockchain yang dapat membantu pengembangan aplikasi dengan biaya yang lebih rendah dan kecepatan transaksi yang lebih tinggi.

Telegram

Tak hanya blockchain dan kripto lainnya, Telegram juga meluncurkan ICO pertamanya pada tahun 2018 dan berhasil meraih dana lebih dari US $ 1,7 miliar dalam waktu kurang dari 2 bulan. Telegram menawarkan platform pesan instan dengan fitur keamanan dan privasi yang lebih baik, serta kemampuan transfer dana secara langsung menggunakan cryptocurrency.

Demikianlah contoh kasus ICO sukses yang dapat memotivasi investor kripto untuk mengembangkan bisnis pada teknologi blockchain atau kripto lainnya dan menghasilkan keuntungan yang sangat besar.

Kasus ICO yang Gagal, Mengapa Bisa Terjadi?

Blockchain dan cryptocurrency semakin populer di seluruh dunia. ICO (Initial Coin Offering) menjadi pilihan bagi banyak pengembang dan investor untuk mengembangkan proyek-proyek inovatif dan menghasilkan keuntungan. Namun, meskipun ada banyak ICO yang sukses, ada beberapa yang gagal.

Tezos

Tezos adalah proyek blockchain berbasis di Swiss yang menawarkan platform untuk kontrak cerdas dan aplikasi terdesentralisasi. Mereka menggelar ICO pada 2017 dengan harapan mengumpulkan $232 juta.

Namun, sejak awal, proyek tersebut memiliki banyak masalah, termasuk pertengkaran antara pendiri dan investor. Selain itu, mereka juga dilaporkan terkena kasus hukum terkait dengan ICO mereka.

Hal ini menyebabkan banyak investor kecewa dan proyek itu bubar sebelum tujuannya tercapai.

OneCoin

OneCoin adalah benar-benar penipuan berbasis cryptocurrency. Mereka memperkenalkan diri mereka sebagai “perusahaan fintech yang menawarkan investasi menguntungkan.

Padahal, mata uang digital yang mereka tawarkan tidak benar-benar terdesentralisasi dan hanya digunakan untuk memperkaya pendirinya dan orang-orang terkait.

Setelah terungkap bahwa mereka melanggar sejumlah aturan keuangan dan pencucian uang, banyak negara menyatakan OneCoin sebagai penipuan dan melarang transaksi dengan mata uang mereka.

BitConnect

BitConnect adalah platform yang menawarkan pinjaman cryptocurrency dan investasi dengan janji keuntungan besar. Mereka juga memiliki mata uang digital sendiri, BCC.

Namun, aplikasi mereka dinyatakan sebagai skema Ponzi oleh banyak orang dan otoritas keuangan. Mereka juga tidak tersedia di bursa cryptocurrency utama dan memiliki banyak kritik tentang rekam jejak keuangan mereka.

Ini membuat harga BCC jatuh secara dramatis dan banyak investor kehilangan uang mereka.

Kesimpulan

Banyak ICO gagal karena masalah internal, penipuan, atau kekurangan kredibilitas. Penting bagi investor untuk melakukan penelitian dan pemilihan yang cermat sebelum berinvestasi dalam ICO mana pun, untuk menghindari kehilangan uang mereka atau bahkan terkena penipuan.

Keamanan Dana Investor pada ICO: Risiko dan Tindakan Pencegahan

ICO (Initial Coin Offering) telah menjadi alternatif investasi yang populer dalam beberapa tahun terakhir. Dalam ICO, cryptocurrency yang baru diluncurkan ditawarkan kepada investor dengan harga yang relatif rendah dibandingkan harga awal ketika cryptocurrency tersebut akan beredar di pasar.

Namun, seperti bentuk investasi lainnya, ICO juga memiliki risiko keamanan yang perlu diperhatikan oleh para investor. Beberapa kasus penipuan dan kejahatan lainnya telah terjadi dalam dunia ICO. Maka dari itu, perlu untuk mengetahui tips agar dana investor aman pada ICO, faktor risiko yang harus diperhatikan, serta tindakan pencegahan jika terjadi fraud pada ICO.

Tips untuk menjaga keamanan dana pada ICO

1. Lakukan riset sebelum berinvestasi

Pastikan Anda melakukan riset yang cukup sebelum berinvestasi pada suatu ICO. Lakukan pengecekan terhadap whitepaper (dokumen yang menjelaskan tentang proyek ICO), tim pengembang, dan informasi lainnya yang tersedia. Pastikan juga bahwa ICO tersebut memiliki legalitas yang jelas.

2. Gunakan wallet yang aman

Gunakan wallet (dompet cryptocurrency) yang aman dan terpercaya untuk menyimpan cryptocurrency Anda. Lebih baik lagi jika Anda menggunakan hardware wallet untuk tingkat keamanan yang lebih tinggi.

3. Jangan mudah tergoda oleh Janji Iming-Iming Profit Tinggi

Pastikan Anda tidak mudah tergoda oleh janji iming-iming profit yang terlalu tinggi dalam waktu singkat. Ingat, semua investasi memiliki risiko dan tidak ada jaminan keuntungan pasti.

Faktor risiko pada ICO

1. Fluktuasi harga cryptocurrency

Harga cryptocurrency dapat fluktuatif dengan cepat. Hal ini memungkinkan investor mengalami keuntungan besar dalam waktu singkat, namun juga berbanding lurus dengan risiko kerugian yang sama besar.

2. Tidak adanya regulasi

Karena ICO masih baru, belum ada regulasi yang jelas mengenai investasi ini. Investor harus mengetahui risiko ini dan berhati-hati sebelum berinvestasi.

Tindakan apa yang dilakukan jika terjadi fraud pada ICO?

1. Laporkan ke pihak berwajib

Jika Anda menjadi korban kejahatan atau fraud pada ICO, segera laporkan ke pihak berwajib agar bisa dilakukan tindakan hukum.

2. Beri tahu komunitas cryptocurrency lainnya

Beritahu komunitas cryptocurrency lainnya agar mereka juga tidak menjadi korban dari kejahatan yang sama.

3. Hentikan transaksi dalam ICO yang diragukan

Bagi investor yang meragukan hal-hal tertentu pada ICO yang diikutinya, sebaiknya hentikan transaksi tersebut dan jangan terus menerus mengalokasikan dana pada ICO tersebut.

Dalam investasi, keamanan dana investor merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Dengan mengetahui risiko dan tindakan pencegahan yang harus dilakukan pada ICO, investasi cryptocurrency dapat menjadi alternatif investasi yang aman dan menguntungkan bagi para investor yang pintar.

BACA JUGA  Pemula, Ayo Mulai Investasi Saham!

Apakah ICO Masih Menarik Bagi Investor?

Sejak awal kemunculannya pada tahun 2014 lalu, Initial Coin Offering (ICO) telah menjadi buzzword di kalangan investor kripto. Bagi para startup, ICO menjadi alternatif penggalangan dana yang lebih mudah dan lebih cepat dibandingkan metode tradisional seperti Venture Capital (VC). Namun pada akhir 2017, beberapa kasus penipuan dan kegagalan ICO mulai terungkap, yang kemudian merugikan investor. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dan mengurangi kepercayaan investor terhadap ICO.

Tren ICO Masa Kini

Setelah mengalami masa suram di 2018 dan 2019, ICO kembali menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di tahun 2020. Proyek-proyek blockchain semakin banyak yang mencari dana melalui ICO. Bahkan, dalam beberapa bulan terakhir, banyak ICO yang sukses dan mampu mengumpulkan dana lebih dari target awalnya, seperti proyek blockchain Polkadot dan Filecoin. Kembalinya minat investor pada ICO juga terlihat dari perkembangan kapitalisasi pasar koin yang diluncurkan melalui ICO.

Kembalinya ICO di Tahun 2021

Tren positif yang dimulai di tahun 2020 kemungkinan besar akan berlanjut di tahun 2021. Beberapa peneliti pasar kripto memprediksi bahwa ICO akan menjadi metode penggalangan dana yang semakin diterima di tahun 2021. Namun, hal ini tidak berarti semua ICO akan sukses. Investor harus tetap memperhatikan faktor risiko dan mencari informasi yang cukup sebelum berinvestasi dalam ICO.

Pendekatan Reguler Terhadap ICO

Pada akhir 2017 dan awal 2018, beberapa negara seperti Cina dan Korea Selatan memberlakukan aturan yang ketat terhadap ICO. Namun, di beberapa negara lain, seperti Swiss dan Malta, ICO dianggap sebagai metode penggalangan dana yang sah dan diatur oleh undang-undang khusus. Pada akhirnya, pendekatan regulasi terhadap ICO akan ditentukan oleh masing-masing negara.

Kesimpulannya, ICO masih menarik bagi investor karena dapat memberi keuntungan yang signifikan. Namun, investor harus memperhatikan risiko dan mencari informasi yang cukup sebelum berinvestasi dalam ICO. Selain itu, regulasi terhadap ICO juga menjadi faktor penting yang dapat mempengaruhi kesuksesan proyek blockchain yang memilih ICO sebagai metode penggalangan dana.

Sumber Daya Terkait ICO: Apa yang Anda Perlu Ketahui untuk Berpartisipasi dalam ICO?

Initial Coin Offering (ICO) menjadi salah satu cara terpopuler di mana proyek-proyek blockchain mendanai diri mereka sendiri. Namun, sebagian besar investor masih memandang ICO sebagai bentuk investasi berisiko tinggi karena adanya proyek-proyek scam dan penipuan yang seringkali terjadi.

Platform ICO yang Terpercaya

Jika Anda ingin berpartisipasi dalam ICO, salah satu langkah awal yang perlu dilakukan adalah mencari platform ICO yang terpercaya. Platform-platform seperti Ethereum dan Waves memberikan kemudahan bagi project creators untuk menciptakan token mereka sendiri dan menjualnya melalui ICO. Meskipun Ethereum secara khusus dikenal sebagai platform untuk ICO, Waves saat ini menyediakan platform ICO yang lebih stabil dan lebih mudah digunakan.

Komunitas ICO

Jika Anda masih belum percaya dengan platform ICO yang ada, cara lain yang dapat dilakukan adalah bergabung dengan komunitas ICO. Komunitas seperti CryptoPanic, Bitcoin Talk, dan Reddit bisa sangat membantu dalam memberikan informasi terbaru mengenai ICO mana yang layak untuk diinvestasikan. Selain itu, bergabung dengan komunitas ini akan memberikan kesempatan kepada investor untuk bertukar informasi dan menemukan proyek-proyek yang lebih menarik.

Daftar Website untuk Tracking ICO

Ada beberapa website yang secara khusus menyediakan informasi terbaru mengenai ICO, di antaranya adalah:

  • ICO Alert: https://www.icoalert.com/
  • ICO Drops: https://icodrops.com/
  • ICO Bench: https://icobench.com/

Dengan mengikuti informasi terbaru di website ini, investor dapat memantau proyek-proyek baru dan menentukan apakah sesuai dengan investasi mereka atau tidak.

Dalam mengejar investasi dalam ICO, tentunya perlu dilakukan riset yang lebih teliti. Namun, dengan mengenal platform-platform terpercaya, bergabung dengan komunitas ICO, dan memantau daftar website untuk tracking ICO, investor dapat meminimalkan resiko dan memaksimalkan potensi keuntungan.

Kritik dan Kontroversi Terhadap ICO

Apakah ICO (Initial Coin Offering) merupakan evolusi dari dunia keuangan atau sekadar trend labil yang dapat menghilang dengan cepat? Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2013, ICO menjadi sumber penggalangan dana yang menarik bagi startup dan investor blockchain. Tapi apakah ICO benar-benar aman dan adil bagi kedua belah pihak?

Kasus penipuan dan scam pada ICO

Sejak 2017, industri ICO dihantui oleh kasus-kasus penipuan dan scam. Start-up palsu dan penipu melihat ICO sebagai kesempatan untuk mengumpulkan uang dalam jumlah besar sebelum mereka menghilang dengan uang investor. Banyak investor yang terkejut menemukan bahwa perusahaan yang mereka beli token-nya ternyata tak lebih dari situs web yang dibuat dalam semalam.

Beberapa perusahaan juga melakukan insider trading, memungkinkan mereka untuk memperoleh keuntungan besar dari peluncuran ICO mereka sendiri. Ini mengakibatkan harga token jatuh secara drastis setelah ICO berakhir, merugikan investor yang tidak mengetahui informasi rahasia tersebut.

Kontroversi terhadap harga token pada ICO

Salah satu kritik terhadap ICO adalah bahwa harga token akan menjadi sangat tidak stabil setelah pertukaran. Investasi di ICO adalah spekulatif, dengan investor yang tidak tahu dengan pasti berapa banyak token mereka dapatkan saat membeli di awal. Jika token dijual lebih murah di pertukaran setelah ICO, investor bisa merasa dikhianati.

Juga, beberapa proyek menerbitkan token sepenuhnya untuk tujuan spekulatif, meningkatkan harga secara artifisial sebelum dijual di pertukaran. Ini dapat mengakibatkan investor kehilangan uang jika harga token jatuh setelah penjualan awal selesai.

Moralitas praktek penggalangan dana pada ICO

ICO tidak sepenuhnya dapat dipercayai sebagai praktek yang sesuai secara moral. Seiring berjalannya waktu, terdapat banyak ICO yang dipromosikan dengan janji-janji palsu dan hype yang semakin meningkat. Beberapa proyek bahkan meluangkan waktu untuk memalsukan data tentang bisnis mereka atau melebih-lebihkan potensi keuntungan, membuat investor tergoda untuk mengambil risiko lebih besar daripada yang seharusnya.

Disamping itu, sejumlah orang percaya bahwa ICO dapat menjadi tambang emas bagi orang-orang tertentu yang berada dalam lingkungan yang tepat, ketimbang sesuatu yang membawa nilai dan keuntungan ke seluruh masyarakat.

Meskipun ICO menjanjikan sumber pendanaan baru untuk bisnis blockchain, penting bagi investor untuk berhati-hati sebelum berinvestasi pada ICO. Dalam dunia keuangan yang sudah seringkali penuh dengan tindakan penipuan, selalu penting untuk melakukan riset sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Kesimpulan: Apakah ICO Worth It?

Sejak awal tahun 2017, ICO (Initial Coin Offering) telah menjadi sorotan utama bagi banyak investor dan penggemar teknologi blockchain. Meskipun pasar crypto mengalami penurunan yang signifikan pada akhir tahun lalu, permintaan untuk ICO masih tinggi.

BACA JUGA  Belajar Investasi Pemula, Mudah & Menyenangkan!

Ringkasan Artikel Tentang ICO

ICO adalah cara bagi perusahaan untuk mengumpulkan dana untuk proyek baru mereka dengan menjual token cryptocurrency mereka secara langsung kepada investor. Pada tahun 2017, ICO menjadi booming dalam industri blockchain dengan lebih dari $5,6 miliar terkumpul dari lebih dari 430 ICO yang berbeda. Namun, setelah naiknya harga Bitcoin pada tahun 2017, banyak ICO yang tidak teruji gagal dan membebani investasi seseorang.

Saat ini, lebih dari 80% ICO yang diluncurkan tampaknya adalah penipuan atau tidak berkelanjutan. Namun, tidak semua ICO adalah scam. Ada beberapa yang terus menunjukan potensi dan meningkatkan nilai pasarnya dari waktu ke waktu.

Pandangan Ke Depan Mengenai Masa Depan ICO

ICO masih merupakan cara yang relatif baru untuk mendapatkan pendanaan untuk proyek blockchain yang menjanjikan. Tren menunjukkan bahwa banyak investor dan perusahaan baru mengambil langkah ke arah ICO. Oleh karena itu, meskipun resiko masih tinggi, mungkin tidak ada salahnya untuk berinvestasi pada ICO yang menjanjikan di masa depan.

Kita harus memahami bahwa teknologi blockchain dan kriptocurrency masih dalam fase awal, dan reformasi regulasi memainkan peran penting dalam membangun batasan untuk mengurangi penipuan. Namun, terlepas dari risiko keuangan, ICO menjadi sempurna untuk membiayai proyek bahkan pada tahap awal.

Rekomendasi Untuk Investor dan Penggemar ICO

Selalu cek sumberdaya, jangan terburu-buru untuk membeli token ICO baru. Pastikan untuk berinvestasi pada ICO yang sudah memiliki whitepaper yang jelas, tim pendiri yang berpengalaman, roadmap yang padat dan realistis. Peluang kesuksesan lebih besar jika ICO memiliki pandangan jangka panjang yang solid dan fokus pada solusi bagi pasar yang ada.

Kami percaya, pada masa depan, ICO memiliki potensi untuk mempercepat pertumbuhan di industri blockchain dan akan menjadi alternatif baru bagi penawaran umum perdana (IPO) dalam hal pencarian sumber dana baru.

Ico