2. Pengukuran efektivitas dengan menggunakan sasaran yang sebenarnya (operative goal) akan

2. Pengukuran efektivitas dengan menggunakan sasaran yang sebenarnya (operative goal) akan memberikan hasil yang lebih realistis daripada pengukuran efektivitas berdasarkan sasaran resmi
(official goal) dengan syarat selalu memperhatikan permasalahan yang timbul. Jelaskan permasalahan
yang ditimbulkan pengukuran efektivitas dengan pendekatan hasil tersebut!

Mapel Ekonomi, Jenjang Sekolah Menengah Atas

Permasalahan yang ditimbulkan pengukuran efektivitas dengan pendekatan sasaran yang sebenarnya atau operative goal adalah timbulnya bermacam-macam output (multiple outcomes), adanya subjektivitas dalam penilaian, dan adanya pengaruh kontekstual. Pada dasarnya pengukuran efektivitas dengan menggunakan sasaran yang sebenarnya memberikan outcomes atau hasil yang lebih realistis.

Pembahsan

Pendekatan sasaran yang sebenarnya (operative goal) merupakan pengukuran efektivitas yang berpusat terhadap aspek input yaitu keberhasilan organisasi dalam mencapai tingkat ouput yang telah direncanakan. Adapun pengukuran efektivitas ini dimulai dengan mengidentifikasi dan mengukur tingkatt keberhasilan ayau kesuksesan organisasi dalam mencapai sasaran tersebut. Pengukuran efektivitas ini sebenarnya menghasilkan sebuah hasil yang lebih realistis dibandingkan pengukuran efektivitas dengan berdasarkan tujuan resmi (official goal). Namun di sisi lain terdapat permasalahan yang ditimbulkan oleh beberapa hal akibat penerapan pengukuran efektivitas dengan menggunakan sasaran yang sebenarnya (operative goal), yaitu:

  • Adanya macam-macam output (multiple outcomes)

Timbulnya bermacam output ini menyebabkan pengukuran efektivitas ini menjadi sulit dilakukan karena adanya sasarna yang saling bertentangan dengan sasaran lainnya.

  • Adanya subjektivitas dalam penilaian

Pada dasarnya pengukuran efektivitas dengan pendekatan operative goal sering mengalami hambatan yang disebabkan oleh sulitnya mengidentifikasi sasaran organisasi yang sebenarnya dan mengukur keberhasilan organisasi.

  • Adanya pengaruh kontekstual

Lingkungan merupakan salah satu elemen kontekstual yang berpengaruh pada performansi organisasi.  Pengaruh kontekstual ini dapat memberikan kesempatan yang baik bagi organisasi maupun sebaliknya. Maka dari itu, perbedaan karateristik faktor atau elemen kontekstual perlu diperhatikan jika kita ingin mengukur efektivitas beberapa organisasi yang terdapat pada lingkungan yang berbeda.

Pelajari lebih lanjut

Pelajari lebih lanjut materi mengenai pendekatan human relation pada

#BelajarBersamaBrainly #SPJ1

Pertanyaan Baru di Ekonomi


Organisasi dapat ditinjau dari perspektif life cycle. Berdasarkan pendekatan tersebut disebutkan bahwa organisasi mengalami beberapa tahapan. Apakah organisasi pasti
melewati tahapan-tahapan tersebut? Jelaskan pendapat anda!

Ekonomi, Sekolah Menengah Atas

Sebuah perusahaan akan atau harus mengalami tahapan-tahapan yang ada di perspektif life cycle, karena tahapan-tahapan ini memiliki arti penting dalam mepertimbangkan aspek lingkungan dan pengendalian operasionalnya. Melalui adanya perspektif life cycle maka diharapkan dampak terhadap lingkungan akibat perubahan-perubahan yang tidak disengaja di tempat lain dapat dihindari. tahapan-tahapan tersebut meliputi tahapan Extraction Material, desain produk, Manufacturing, Use Product, hingga Disposal Product.

Pembahasan

Perspektif life cycle atau siklus hidup menurut ISO 14004 dapat didefinisikan sebagai suatu metode untuk mempertimbangkan aspek yang digunakan organisasi dalam setiap aktivitas, produk, serta servis yang diberikan organisasi dapat dikendalikan atau dikontrol, baik dari tahapan pertama hingga tahapan terakhir prosesnya. Pengendalian dalam perspektif Life Cycle ini dimulai dari penyediaan raw material, design, produksi, delivery, penggunaan produk, limbah hasil penggunaan, dan terakhir tahapan pembuangan akhir.

Pelajari Lebih Lanjut

  • Pelajari lebih lanjut mengenai urutan development life cycle .

#BelajarBersamaBrainly

#SPJ4


Jelaskan pentingnya komunikasi pemasaran dalam mempengaruhi tingkatan Zone of Tolerance konsumen!

Ekonomi, Sekolah Menengah Atas

Pentingnya komunikasi pemasaran dalam mempengaruhi tingkatan Zone of Tolerance adalah dengan adanya komunikasi pemasaran maka dapat menyesuaikan atau bahkan melebihi ekspektasi para konsumen karena mereka setelah menerima berbagai pelayanan, konsumen akan membandingkan antara ekspektasi pelayanan dan pelayanan yang mereka terima. Jika pelayanan yang diterima kurang dari ekspektasi mereka, konsumen tidak akan puas dan kehilangan kepercayaan kepada penyedia produk/jasa tersebut. Sebaliknya, jika pelayanannya sesuai ekspektasi konsumen maka mereka akan puas.

Pembahasan

Zone of Tolerance merupakan suatu konsep layanan yang diberikan ke konsumen dengan perbedaan antara layanan yang didapat dibandingkan dengan ekspektasi konsumen.

Elemen dari ekspektasi pelanggan/konsumen, antara lain:

  • Tangible: sesuatu yang berwujud dan mendukung operasional suatu jasa seperti fasilitas fisik, penampilan karyawan, peralatan, dan lain sebagainya.
  • Reliability: kemampuan pelayan jasa dalam mewujudkan dan memberi layanan jasa sesuai yang dijanjikan seperti tepat waktu, akurat, dan lain sebagainya.
  • Responsiveness: kemampuan pelayan jasa dalam membantu keluhan, pertanyaan, keinginan para pelanggan.
  • Competence: kemampuan pelayan jasa dalam menciptakan kepercayaan pelanggan seperti pengetahuan brand, menjelaskan suatu produk, dan lain sebagainya.
  • Emphaty: sikap kepedulian dan perhatian pelayan jasa seperti mengenali pelanggan setia dan mempelajari kebutuhan spesifik para pelanggan, dan lain sebagainya.

Pelajari Lebih Lanjut

Pelajari lebih lanjut mengenai pentingnya komunikasi pemasaran dalam manajemen pemasaran

#BelajarBersamaBrainly

#SPJ4


2. Pengukuran efektivitas dengan menggunakan sasaran yang sebenarnya (operative goal) akan memberikan hasil yang lebih realistis daripada pengukuran efektivitas berdasarkan sasaran resmi
(official goal) dengan syarat selalu memperhatikan permasalahan yang timbul. Jelaskan permasalahan
yang ditimbulkan pengukuran efektivitas dengan pendekatan hasil tersebut!

Ekonomi, Sekolah Menengah Atas

Permasalahan yang ditimbulkan pengukuran efektivitas dengan pendekatan sasaran yang sebenarnya atau operative goal adalah timbulnya bermacam-macam output (multiple outcomes), adanya subjektivitas dalam penilaian, dan adanya pengaruh kontekstual. Pada dasarnya pengukuran efektivitas dengan menggunakan sasaran yang sebenarnya memberikan outcomes atau hasil yang lebih realistis.

Pembahsan

Pendekatan sasaran yang sebenarnya (operative goal) merupakan pengukuran efektivitas yang berpusat terhadap aspek input yaitu keberhasilan organisasi dalam mencapai tingkat ouput yang telah direncanakan. Adapun pengukuran efektivitas ini dimulai dengan mengidentifikasi dan mengukur tingkatt keberhasilan ayau kesuksesan organisasi dalam mencapai sasaran tersebut. Pengukuran efektivitas ini sebenarnya menghasilkan sebuah hasil yang lebih realistis dibandingkan pengukuran efektivitas dengan berdasarkan tujuan resmi (official goal). Namun di sisi lain terdapat permasalahan yang ditimbulkan oleh beberapa hal akibat penerapan pengukuran efektivitas dengan menggunakan sasaran yang sebenarnya (operative goal), yaitu:

  • Adanya macam-macam output (multiple outcomes)

Timbulnya bermacam output ini menyebabkan pengukuran efektivitas ini menjadi sulit dilakukan karena adanya sasarna yang saling bertentangan dengan sasaran lainnya.

  • Adanya subjektivitas dalam penilaian

Pada dasarnya pengukuran efektivitas dengan pendekatan operative goal sering mengalami hambatan yang disebabkan oleh sulitnya mengidentifikasi sasaran organisasi yang sebenarnya dan mengukur keberhasilan organisasi.

  • Adanya pengaruh kontekstual

Lingkungan merupakan salah satu elemen kontekstual yang berpengaruh pada performansi organisasi.  Pengaruh kontekstual ini dapat memberikan kesempatan yang baik bagi organisasi maupun sebaliknya. Maka dari itu, perbedaan karateristik faktor atau elemen kontekstual perlu diperhatikan jika kita ingin mengukur efektivitas beberapa organisasi yang terdapat pada lingkungan yang berbeda.

Pelajari lebih lanjut

Pelajari lebih lanjut materi mengenai pendekatan human relation pada

#BelajarBersamaBrainly #SPJ1


1 Pak Budi adalah guru SD kelas III. Pada minggu ke-2 pembelajaran tujuan pembelajarannya adalah mengapresiasi karya sastra dalam bentuk prosa, tentunya Pak Budi harus mempersiapkan bahan ajar.
Aspek apa saja yang harus diperhatikan Pak Budi dalam memilih bahan ajar di minggu ke-2?

Ekonomi, Sekolah Menengah Atas

Bila siswa yang belajar adalah anak SD kelas 3 dan materinya adalah apresiasi karya sastra dalam bentuk prosa maka bisa dipilih bahan ajar berupa bacaan cerita anak-anak dengan alur cerita yang sederhana. Hal ini karena anak-anak usia SD masih belum bisa memahami alur cerita yang rumit atau terlalu banyak unsur filosofisnya. Cerita yang cocok misalnya fabel yang menggambarkan perilaku terpuji dari tokoh-tokoh yang berupa hewan, atau cerita sederhana dengan tokoh anak-anak.

Pembahasan

Karya sastra yang diperkenalkan untuk anak usia SD kelas 3 adalah berfokus pada bagaimana anak-anak memahami jalan cerita. Dari jalan cerita itu diharapkan siswa mampu mengambil contoh perilaku terpuji yang diceritakan.

Pelajari lebih lanjut

  • Materi tentang unsur dalam cerita:

#BelajarBersamaBrainly #SPJ1


Pada system pajak penghasilan progresif, penghasilan seseorang yang semakin tinggi dikenakan ….. * a.) Jumlah pajak yang semakin besar

b.) Jumlah pajak yang semakin kecil

c.) Tarif pajak yang semakin besar

d.) Tarif pajak yang semakin kecil

e.) Pajak yang adil

yg tau boleh dijawab?​

Ekonomi, Sekolah Menengah Atas

Pada sistem pajak penghasilan progresif, penghasilan seseorang yang semakin tinggi dikenakan tarif pajak yang akan meningkat. Di luar negeri banyak sekali negara yang menggunakan tarif pajak ini.

Pembahasan

Pajak progresif adalah sistem pemungutan pajak di mana nilai pajak yang perlu dibayarkan akan meningkat seiring kenaikan nilai dasar pengenaan pajaknya. Pemungutan pajak ini dianggap sebagai sistem ideal demi menciptakan kesetaraan dan menambah sumbangan pajak di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Di Indonesia sendiri, sistem pajak progresif diterapkan untuk menghitung Pajak Penghasilan (PPh). Sistem pajak ini mengasumsikan bahwa mereka yang berpenghasilan lebih tinggi dapat dikenakan persentase pajak yang lebih signifikan dibanding mereka yang berpendapatan rendah.

Sistem ini juga mengasumsikan bahwa terjadi “subsidi silang” yang diberikan oleh orang berpenghasilan tinggi ke orang yang berpenghasilan rendah melalui mekanisme belanja APBN setiap tahunnya. Sistem serupa pun diterapkan di negara lain seperti Amerika Serikat dan Meksiko.

Sebagai ilustrasi, pajak progresif dapat diandaikan seperti tarif pesawat. Semakin baik kursi yang diperoleh di pesawat, maka seseorang harus membayar mahal untuk mendapatkan hal tersebut. Begitu pun sebaliknya.

Di Amerika Serikat, contohnya, tarif PPh memiliki rentang antara 10% hingga 37%. Orang-orang yang berpendapatan US$9.875 per tahun, atau di bawahnya, hanya berkewajiban membayar pahak 10% atas penghasilan mereka. Sementara itu, mereka yang berpenghasilan lebih dari US$518.400 akan membayar pajak sebesar 37%.

Berikut ini rincian penghasilan progresif di Amerika Serikat berdasarkan penghasilan satu orang:

  • 10% untuk pendapatan US$0 hingga US$9.875 per tahun
  • 12% untuk pendapatan US$ 9.876 hingga US$40.125 per tahun
  • 22% untuk pendapatan US$40.126 hingga US$85.525 per tahun
  • 24% untuk pendapatan US$85.260 hingga US$163.300 per tahun
  • 32% untuk pendapatan US$163.301 hingga US$207.350 per tahun
  • 35% untuk pendapatan US$207.351 hingga US$518.400 per tahun
  • 37% untuk pendapatan US$518.401 atau lebih.

Pelajari Lebih Lanjut

  • Materi tentang perbedaan tarif pajak progresif dan tarif pajak sebanding
  • Materi tentang tata cara penggunaan tarif pajak progresif
  • Materi tentang tata cara perpajakan Indonesia

Detail jawaban

Kelas: 11

Mapel: Ekonomi

Bab: Bab 7 – Perpajakan dalam Pembangunan Ekonomi

Kode: 11.12.7

#AyoBelajar #SPJ2